Halaman ini akan tertutup secara otomatis setelah meng-klik salahsatu link diatas
Terimakasih!

Satu Daun Jadi Ribuan itulah Semai Spora

Spora paku berfungsi sebagai alat persebaran (dispersi), mirip dengan biji. Perlu media semai yang cocok agar spora tumbuh menjadi tanaman baru.

SALAH SATU CIRI KHAS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHTA) ADALAH TERDAPAT SPORA yang terletak di dalam kotak spora (sporogonium). Spora inilah yang menjadi organ untuk perbanyakan tanaman paku. Berikut cara yang ditempuh Arief, petani tanaman bias di daerah Ciapus, Bogor, Jawa Barat, untuk menyemai spora menjadi tanaman paku. *


semai tumbuhan paku, cara budidaya tumbuhan paku, cara menyemai spora,


MENYIAPKAN MEDIA untuk semai spora
Untuk menyemai spora paku digunakan media tanam berupa cacahan akar pakis. Arief menyarankan sebaiknya menggunakan akar pakis tua. Akar pakis itu direbus atau dikukus kira-kira 10-12 jam. Tujuannya, untuk mematikan bakteri maupun jamur. Selanjutnya, media yang sudah matang itu diletakkan ke dalam wadah plastik yang dilubangi. "Biasanya pakai besek," ujar Arief. Sebelum diisi media, besek itu dilapisi plastik terlebih dahulu.

TABURKAN SPORA
Setelah akar pakis dimasukkan dalam besek, lalu disiram air dan ditiriskan. Bila air sudah this, spora ditaburkan ke media. Caranya, bagian berwarna cokelat yang ada di permukaan bawah daun digosok dengan pinset atau ranting berujung runcing. Spora akan berjatuhan di media semai.

Usahakan spora jatuh merata di permukaan akar pakis. Biasanya, perlu 4-5 besek untuk menaburkan spora dari satu daun. Kemudian besek dibungkus plastik putih agar cahaya matahari dapat menembus masuk. Selama proses perkecambahan, cahaya perlu, tapi tidak langsung. "Sinarnya perlu disaring beberapa kali," ujar Arief. la lantas menggantung plastik-plastik berisi besek spora itu di bawah rak-rak tanaman. Sehingga cahaya matahari pun tersaring oleh paranet, rak berisi pot tanaman, dan plastik pembungkus besek semaian.
semai tumbuhan paku, cara budidaya tumbuhan paku, cara menyemai spora,

PISAHKAN BIBIT MUDA
Pemisahan bibit butuh beberapa kali. Sebulan sesudah spora ditaburkan, biasanya akan tumbuh bibit berukuran sangat kecil. Ambit bibit satu per satu dengan pinset, lalu ditata di media yang baru.

Selanjutnya sekitar tiga bulan, bibit dipisahkan lagi. Pertumbuhan antara bibit yang satu dengan yang lain bisa tidak sama. Bibit yang tumbuh cepat akan menutupi yang lain sehingga menghambat pertumbuhannya. Karenanya, perlu dilakukan pemisahan lanjutan. Bibit yang masih kecil diambil, ditanam di media baru. Usai pemisahan, besek digantung di bawah rak tanaman diambil dari wadah persemaian. Tinggi tanaman sekitar 5-10 cm. Arief menggunakan gelas beka5 air mineral sebagai wadah pembesaran bibit. Caranya, ambit bibit satu persatu lalu ditanam di gelas berisi cacahan pakis. Kali ini akar pakis untuk media tanam tidak perlu direbus. Lalu gelas digantungkan di rak bambu. Bila sudah cukup besar, bibit ini bisa ditanam di pot.

Satu besek semaian Spora bisa menghasilkan kira-kira sepuluh besek berisi bibit paku muda. Lalu bibit paku muda itu masih bisa dipisahkan lagi beberapa kali. Begitu seterusnya, hingga hasilnya bisa mencapai ribuan tanaman. Agar penyemaian berhasil, kelembapan perlu dijaga.

Terimakasih telah membaca artikel tentang cara semai spora tumbuhan paku, dari satu daun bisa menjadi ribuan bibit baru kawan. Semoga dengan artikel ini bisa menambah pengetahuan anda mengenai semai spora. Jika banyak semut dan kecoa di rumah silahkan coba obat semut dan kecoa manjur, disini.

Memangkas dan Potes Puck Tanaman Syzygium


tanaman ini menarik lantaran memiliki ujung daun muda berwarna merah. Karenanya ia juga dijuluki si Pucuk Merah. Agar tunas mudanya bisa selalu tumbuh, Syzygium harus rajin dipotes dan dipangkas. Menurut Fathul Maki dari Istana Alam Dewi Tara Nursery, pemotesan bertujuan agar tajuk pohon selalu terlihat mesh, sementara pemangkasan bertujuan untuk menjaga bentuk tajuk tanaman.


Pemotesan dilakukan setiap 2 minggu sekali. Caranya mudah, pucuk-pucuk daun yang mulai memudar warna merahnya atau telah menua, langsung dipetik pakai tangan. Pemotesan dilakukan tepat pada ruas cabang, supaya tunas baru bisa segera tumbuh dari ruas tersebut.

Agar pertumbuhan tunas muda merata, posisi tanaman juga harus diatur. Setiap 2 minggu sekali, tanaman diputar. Dengan begitu sinar matahari Bisa mengenci tajuk tanaman secara merata. Kualitas sinar matahari paling bagus terjadi pada pagi hari. Tunas muda banyak tumbuh di bagian tajuk yang terkena sinar matahari pagi.

Sedangkan pemangkasan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Bertujuan untuk menjaga kerapian bentuk tajuk. Syzygium yang rajin dipangkas akan memiliki banyak percabangan. Sehingga tajuk menjadi lebih rapat dan jumlah tunas merah yang dihasilkan banyak. Tajuk pun bisa terlihat lebih memerah.

PEMBUATAN KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA

Sampah Rumah Tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik.

Sampah organik dibagi dua yaitu :

Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)
Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.


Sampah anorganik yaitu berupa bahan-bahan seperti kertas, karton, besek, kaleng, bermacam-macam jenis plastik, styrofoam, dll.

Sampah organik hijau dipisahkan dari sampah organik hewan agar kedua bahan ini bisa diproses tersendiri untuk dijadikan kompos. Sedangkan sampah anorganik berupa plastik dikurangi pemakaiannya, memakai ulang barang-barang yang diperlukan, didaur ulang, yang masih bersih dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.

Sampah anorganik yang dapat didaur ulang misalnya :

- kemasan-kemasan plastik untuk dijadikan tas.

- Botol plastik bekas dapat dibuat menjadi tutup gelas.

- Gelas plastik bekas dapat dibuat pot-pot tanaman

Sampah yang bersih dapat dijual/diberikan pada pemulung. Misalnya karton, kardus, styrofoam, besek, botol, plastik-plastik kemasan makanan, kantong-kantong plastik, koran, majalah, kertas-kertas, dan sebagainya. Jenis-jenis yang bersih ini pisahkan dalam satu kantong, langsung saja diberikan pada pemulung tanpa dibuang ke bak sampah terlebih dahulu.

Sampah yang benar-benar kotor dan kita tidak bisa mendaur ulang, tidak layak diberikan pada pemulung. Inilah yang dibuang dalam bak sampah. Dengan demikian kita dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Mendaur Ulang Sampah Dapur Rumah Tangga

Alternatif 1 :

Siapkan :

Kardus
Bantalan yang dibuat dari sabut kelapa yang dibungkus dengan kasa nyamuk plastik
5-6 kg kompos yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan
Sampah yang telah dipotong-potong ukuran 2 - -4 cm
Alat pengaduk
Karung plastik yang berpori-pori (untuk membungkus kardus) atau keranjang tempat cucian baju kotor (takakura).

Cara membuat :

Letakkan bantalan sabut kelapa diatas adukan kompos + sampah
Lakukan lapis demi lapis sampai kardus penuh. Kardus disimpan di dalam keranjang (takakura) atau bungkus dengan karung plastik yang berpori. Letakkan ditempat yang tidak terkena hujan dan terik matahari. Setiap 3-4 hari dibuka dan diaduk-aduk, lakukan terus sampai seluruh sampah menjadi hitam, hancur.
Sampah telah berubah menjadi kompos siap pakai/dijual. (untuk dijual, diayak terlebih dahulu). Jika kardus pertama penuh, buatlah kardus kedua, dst.



Alternatif 2 :

Wadah drum, ember plastik atau gentong
Wadah diberi lubang didasarnya untuk pertukaran udara
Bahan sampah yang dipotong 2 – 4 cm
Mikroorganisma pengurai sebagai aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini bisa diganti dengan kompos dari tumbuh-tumbuhan.
Air
Alat pengaduk.

Cara membuat :

Bahan sampah dimasukkan didalam wadah selapis, kemudian ditambahkan kompos atau mikroorganisma pengurai
Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh
Disiram dengan air secara merata
Pada hari ke 5 -7, media dapat diaduk-aduk. Pengadukan diulang setiap lima hari dan dihentikan sampai sampah menjadi hitam dan hancur.
Sampah telah berubah menjadi kompos.

Catatan :

Pengaturan suhu merupakan faktor penting dalam pengomposan. Salah satu faktor yang sangat menentukan suhu adalah tingginya tumpukan. Tumpukan lahan yang terlalu rendah akan berakibat cepatnya kehilangan panas. Ini disebabkan tidak adanya cukup material untuk menahan panas yang dilepaskan sehingga mikroorganisma tidak akan berkembang secara wajar. Sebaliknya bila timbunan terlalu tinggi, akan terjadi kepadatan bahan organic yang diakibatkan oleh berat bahan sehingga suhu menjadi sangat tinggi dan tidak ada udara di dalam timbunan. Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah 1,2 – 2,0 meter dan suhu ideal selama proses pengomposan adalah 40 derajat-50 derajat C.

Untuk mempercepat terjadinya proses pengomposan, maka pH timbunan harus diusahakan tidak terlalu rendah. Namun, pH timbunan yang rendah dapat dicegah dengan pemberian kapur, abu dapur atau abu kayu.

Bahan mentah yang baik untuk penguraian atau perombakan berkadar air 50 – 70 %. Bahan dari hijauan biasanya tidak memerlukan tambahan air, sedangkan cabang tanaman yang kering atau rumput-rumputan harus diberi air saat dilakukan penimbunan. Kelembaban timbunan secara menyeluruh diusahakan sekitar 40 – 60 %.

Pada saat pengomposan akan timbul asap dari panas yang dikeluarkan. Hal ini akan mengakibatkan timbunan bahan menjadi kering. Agar hal ini dapat diketahui sedini mungkin, ke dalam timbunan perlu ditancapkan bambu panjang.

sumber : http://www.kebonkembang.com/panduan-dan-tip-rubrik-35/

MERAMBATKAN TANAMAN MANDEVILLA

Mandevilla adalah tanaman merambat. la butuh media vertikal untuk tumbuh dengan baik. Paling mudah tentu dengan membeli tiang rambat yang terbuat dari logam. Mandevilla sebaiknya dirambatkan sejak ukurannya masih kecil supaya mudah. Caranya dengan membelitkannya berulang-ulang semakin ke atas. Saat membesar tajuknya akan membelit sendiri ke bang tanpa perlu dibantu.


Kalau mau kreatif dan berhemat, tiang rambat mandevilla bisa dibuat sendiri. Bahannya sederhana, semisal belahan bambu atau batang kayu. Cara pembuatannya juga simpel, cukup menancapkan dua atau empat bilah kecil bambu pada media tanam di sekitar bibir pot mandevila. Selanlutnya ujung atas bilah bambu disatukan lalu diikat dengan tali. Mandevila lantas dibelitkan pada tiang yang telah tertancap.

Perawatan flora berjuluk "melati brazil" ini juga sederhana. Bisa menggunakan campuran media tanam berupa cocopeat dan sekam bakar. tanaman harus diletakkan di tempat terbuka yang mendapat sinar matahari cukup untuk merangsang munculnya bunga. Penyiraman dilakukan rutin setiap kali media tanam terlihat kering.

Nutrisi harus disuplai dari pupuk. Bisa menggunakan pupuk N-P-K seimbang, semisal perbandingannya 20:20:20. Berikan setiap satu sampai dua minggu sekali. Pemberian nutrisi akan memacu mandevilla tumbuh optimal dan berbunga. Supaya praktis, pupuk dilarutkan dalam air untuk menyiram. Cukup menggunakan pupuk berkonsentrasi sekitar 0,75 gram/liter. Caranya? Larutkan satu sendok teh pupuk ke dalam 10 liter air, lalu gunakan untuk menyiram media.

Anggrek Ketawa dari Bangka


KELOPAK DAN MAHKOTA BERWARNA HIJAU KEKUNINGAN DITAMBAH BIBIR MENJULUR BERWARNA MERAH MARUN, mengukuhkan bentuknya yang mirip bibir manusia. 'Tawa' anggrek itu dinilai eksotik oleh pecinta anggrek negara tetangga. Tak heran, ketika Eria jacobsonii J.J Sm ini dibawa ke pameran, anggrek ini terjual habis dalam sehari. "Kemarin saya bawa lima rumpun besar-besar, langsung diborong orang Thailand," kata Tulistiyanto dari Bangka Flora Socieety (BFS) saat berpameran pada Asian Orchid Exhibition di Palembang Mei 2008 lalu.


Khusus untuk anggrek ketawa, ada banyak alasan orang luar menyukainya. Anggrek ini termasuk jenis wangi dan beraroma vanila. Satu rumpun tanaman, dengan bunga minimal 5 kuntum bisa mengharumkan ruangan ukuran 4m x 5m. Padahal ukuran kuntumnya tidak besar, hanya berdiameter 2-3 cm. Kunturn ini bertengger di tangkai bunga yang menyembul pada titik tumbuh. Diapit oleh daun hijau yang tebal dan runcing. Susunannya Baling berhadapan dengan panjang daun sekitar 5 cm.


Antara batang satu dengan batang yang lain dihubungkan oleh batang (rhizoma) hingga membentuk rumpun. Batang ini agak menggelembung, dan dinamai pseudobulb, tempat dimana cadangan makanan disimpan. Pseudobulb sancta Cecil dan letaknya dekat sekali dengan batang. "Bunganya bisa tahan hingga 2 bulan. Pas sebagai hiasan di atas meja. Setelah rontok, selang 3 minggu lagi muncul bunga pada anakan yang lain," kata Tulistiyanto yang menggunakannya sebagai pengharum ruangan. Tentu saja anggrek dimasukkan ke ruangan hanya saat berbunga. Dengan susunan semacam ini, Anggrek Ketawa berpotensi untuk dijadikan tanaman pot plant yang dipajang di atas meja.




MUDAH DIBIAKAN
Juga menjadi daya tarik anggrek ketawa adalah pembiakkannya mudah. Lebih praktis menggunakan anakan mengingat skala yang dibutuhkan belum begitu banyak. Anakan ini tumbuh dari rizhoma yang menjalar di permukaan kulit tanaman. Saat tanaman sudah berdaun minimal 3 pasang, bisa dipisahkan dengan memotong rimpang tersebut. Untuk lebih amannya, jangan hanya memotong satu rumpun berisi satu anakan, tapi satu rumpun yang berisi minimal 3 anakan. Sehingga rumpun punya energi lebih besar untuk menyembuhkan luka pada jaringan yang terpotong. Selain itu, gunakan pilau tajam untuk memotongnya. Pisau yang tumpul membuat tanaman lebih 'sakit' karena jaringan yang rusak Lebih banyak.

Setelah anakan dipotong, ditanam di pot dengan media pakis spaghnummoss atau cocopeat. Lalu disiram dua kali sehari, atau usahakan tetap lembap. Pemupukan tidak perlu rutin, walau ada yang memperlakukan sebagaimana anggrek hibrida, dua kali seminggu dipupuk NPK. Anggrek ini sebaiknya ditempatkan di bawah naungan (net 65%), atau bisa juga diletakkan di dalam ruangan yang berhadapan dengan jendela. Kalau mau alami, bisa diikat di batang pohon sebagaimana di habitat aslinya.

BERAGAM VARIAN
E, jacobsonii, punya beberapa nama lain lantaran variannya beragam. Warna bunganya ada yang kehijauan, kekuningan dan hijau muda, tetapi punya bentuk yang lama. Anda bisa menemukan nama lain sebagai Campanulorchis pellipes (Rchb.f. ex Hook.f.) Y.P.Ng £t f'.J.Cribb 2005 Eria jacobsonii J.J.Sm. 1917; Eria toluensis J.J.Sm, 1920 Pinalia pellipes (Rchb. f. ex Hook.f.) Kuntze 1891. Tahun penamaan tertua tertera 1851 dengan nama Eria teretifolia tariff. Nama ini merujuk pada bentuk tenet (seperti pensil) pada daun anggrek ketawa


Anggrek ketawa ditemukan menempel pada batang pohon berkulit tebal. Misalnya bacang (Ma ngifera foetida), mangga rasa asam. Sementara di negara lain banyak ditemukan di bawah naungan hutan conifer (kelompok pinus). Tanaman ini ditemukan menyebar dari Malaysia hingga Sumatera, pada kisaran ketinggian 0-1.300 m diatas permukaan Taut. Ada juga yang menyebutkan Himalaya, Assam, Bhutan, Sikkim, Myanmar, Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, Cina bagian selatan, dan Vietnam. Di Indonesia, anggrek ketawa menjadi kebanggaan penganggrek Bangka.

CARA MEMPERBANYAK AGLAONEMA


Ada banyak teknik bagaimana caranya memperbanyak dan menghasilkan Aglaonema unggulan. Berikut ini adalah teknik yang digunakan Handry Chuhairy pemilik Han Garden di Flora Alam Sutra Tangerang dalam memperbanyak aglaonema dalam waktu singkat yaitu dengan cara cangkok dengan menggunakan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan seperti Aqua/2 Tang dll. Inilah tahapan-tahapan pencangkokannya:
  • tanaman yang akan dicangkok harus sehat, bebas hama dan penyakit. Batang aglaonema sudah tinggi dari permukaan media. (Tinggi batang aglaonema tersebut yang menentukan banyaknya jumlah cangkokan).
  • Siapkan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan. Untuk pot plastik bibit anggrek potong vertikal dengan memakai cutter sedangkan gelas eks air minum dalam kemasan harus dibuat lubang bagian bawahnya dan kemudian potong vertikal dengan memakai cutter, untuk bagian atasnya dipotong dengan gunting.
  • Batang aglaonema yang akan dicangkok, apabila masih ada daunnya maka daun tersebut dibuang kemudian kuret batang tersebut sekitar 1 cm dan diolesi dengan hormon perangsang akar. Pot plastik yang dipotong vertikal disatukan dengan memakai stapler.
  • Isi pot plastik tersebut dengan media sekam bakar yang telah disiram. Perawatan tanaman yang telah dicangkok sama saja sebelum dicangkok. Penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali dan 2 kali seminggu disiram dengan vitamin B1.
  • 2 bulan kemudian akar akan tumbuh dan terlihat dari balik pot plastik. Saat itulah cangkokan dapat dipisahkan dari induk. (Apabila dalam 1 batang aglaonema terdapat 2/3 cangkokan, pastikan cangkokan teratas harus sudah ditumbuhi akar sehingga dapat langsung dipisahkan masing-masing, jika belum maka mulai dari bagian bawah secara bertahap).
  • Pisahkan setiap cangkokan yang telah tumbuh akar dengan pisau tajam dan steril memotong batang persis dibagian bawah pot plastik tersebut. Kemudian sebelum ditanam, batang yang dipotong pada bagian bawah diolesi fungisida (dithane 45). Tanaman cangkokan tersebut dengan media tanam terdiri dari sekam bakar, pasir malang, kapur dolomite secukupnya dengan perbandingan 3 : 1. Siram tanaman cangkokan dengan vitamin B1.
  • Selanjutnya cangkokan tersebut perawatannya seperti tanaman yang lainnya.
  • Bonggol induk pada bagian atas diolesi salep hormon tumbuh sitokinin dan auksin yang sudah umum dipakai pada anggrek “KEIKI”. (Sitokinin berfungsi merangsang pembelahan sel didaerah tunas samping (lateral) sedangkan auksin berperan dalam pembelahan sel ujung tunas (apical bulb). Pada umumnya 1-2 bulan muncul 3-4 anakan. Anakan baru dipisahkan biasanya setelah berdaun 4-5 lembar daun.

http://klikhangarden.com/2009/06/11/tips-perbanyak-aglaonema/

Cara memindahkan Tanaman Palem Phoenix

Anda memiliki tanaman Palem Phoenix berukuran besar dan ingin memindahkannya ke lokasi yang diinginkan? Seberapa luas menggali tanah dan bagaimana caranya agar duri-durinya tidak melukai? Nah, Ibu Karen Sjarief Tambaong, Ketua Umum Asbindo memberikan tip-tipnya.

tanaman palem merupakan tanaman yang relatif lebih mudah dipindahkan dibandingkan tanaman yang lain jika Anda mengetahui caranya. Kunci kesuksesan pemindahan tanaman palem adalah pemotongan / terputusnya akar. Pada bagian pangkal tanaman palem ada bagian dimana akar-akar baru tumbuh disebut daerah inisiasi akar. Untuk memindahkan tanaman palem, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan:

1. Siram dahulu tanaman dengan air yang cukup banyak agar tanah mudah untuk digali.
2. Gali dengan minimal diameter keliling 1 meter dari patang pohon.
3. Pasang tiang untuk menopang tanaman dengan diameter lebih dari 1 meter.
4. Gall lubang hingga membentuk setengah bola disekeliling akar.
5. Bungkus akar dengan karung agar perakarannya tidak rusak.
6. Miringkan tanaman dengan satu persatu melepaskan tiang pancang.
7. Potong daun paling bawah dari tanaman untuk mencegah evaporasi dan bungkus daun yang tersisa agar tidak patch ketika dipindahkan.
8. Bungkus batang tanaman dengan karung agar durinya tidak melukai.
9. Sebelumnya gali lubang dengan diameter minimal 3 meter dan kedalaman lubang sama dengan kedalaman lubang sebelum tanaman dipindahkan.
10. Sebaiknya perlahan-lahan dalam memindahkan tanaman apalagi pada bagian akar karena dapat merusak seluruh sistem perakaran.
11. Ketika menanam pada lubang yang baru, sebaiknya daerah pangkal pohon yang biasanya ditumbuhi akar tertutup seluruhnya oleh tanah.
12. Siram tanaman secara rutin dan berikan hormon untuk pertumbuhan akar.

Pacu 15 Anakan dengan Sinar Matahari

Reanita, yang berwarna dominan merah, memang sulit beranak. 'Jangankan keluar anakan, membuatnya bertahan hidup saja butuh perlakuan ekstra,' kata Songgo, kolektor di Cengkareng, Jakarta Barat. Itu karena aglaonema yang daunnya dominan merah jumlah klorofilnya sedikit sehingga laju fotosintesis rendah.

Songgo merangsang reanita beranak dengan cara tak lazim. Ia mengangkat pot reanita ke halaman dan membiarkan terpapar sinar matahari langsung selama 4 jam sehari. Penjemuran dilakukan pada pukul 08.00-12.00 WIB. Keruan saja warna merah reanita pudar, tapi 4 anakan muncul 2 bulan berselang. Dengan cara sama Songgo merangsang sexy pink beranak 15. Tiara, 6-8 anak. Gatot Purwoko, kolektor di Ciputat, Tangerang, sukses memunculkan 11 anakan adelia setelah meniru cara Songgo.

Dijemur? Ya, teknik ala Songgo membalikkan anggapan umum aglaonema harus selalu ternaungi untuk bertahan hidup. Itu karena habitat asli aglaonema di lantai hutan yang basah dan terlindung tajuk pohon besar. Menurut Songgo penjemuran berbahaya bila serampangan. Daun bisa gosong karena terbakar sinar matahari. Untuk mengatasinya Songgo menyemprotkan air ke seluruh bagian tanaman di saat daun terasa panas saat diraba.

Fotosintesis meningkat
Menurut Ir Edhi Sandra MS, pakar fisiologi tumbuhan dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, aglaonema yang terpapar sinar matahari langsung mengalami peningkatan laju fotosintesis. 'Karenanya metabolisme sel juga meningkat. Terutama bila diimbangi air dan hara yang cukup,' katanya. Semprotan air saat daun terasa panas mengimbangi tanaman agar tidak kehilangan air.

Tanpa penyemprotan maka laju transpirasi (penguapan dari jaringan tanaman, red) lebih tinggi ketimbang jumlah air pada jaringan dan media, sehingga tanaman layu atau terbakar. Daun aglaonema juga bisa terbakar bila ada butiran air di daun yang tidak merata. 'Terjadi efek (kaca pembesar) pada butiran air. Sinar matahari yang jatuh pada butiran air terkumpul pada 1 titik sehingga membakar daun,' kata Edhi. Toh, menurutnya cahaya matahari pagi tak membahayakan aglaonema.

Di saat metabolisme meningkat itulah terjadi penumpukan makanan di seluruh bagian tanaman dibanding kondisi biasa. Kecepatan dinding sel untuk mengeras pun lebih cepat karena proses pembentukan lignin meningkat. Di saat terjadi akumulasi makanan, sementara pertumbuhan daun baru lambat, maka energi beralih merangsang tunas anakan. Makanya jumlah anakan bisa berlipat-lipat.

Hati-hati
Namun, hati-hati penjemuran tak bisa diterapkan pada semua jenis aglaonema. Pengalaman Edward Ekajoyo, kolektor di Cengkareng, Jakarta Barat, hanya aglaonema lokal (silangan rotundum dan commutatum tricolor, red) yang sanggup bertahan saat dijemur. Sri rejeki asal Thailand yang dominan turunan cochin dan cawang tidak tahan dijemur.

Menurut Edhi daya tahan aglaonema terhadap paparan sinar matahari dipengaruhi 2 faktor: genetik dan struktur jaringan tanaman. Yang disebut pertama sangat jelas, aglaonema silangan Greg-seperti tiara, adelia, dan sexy pink-jauh lebih tahan karena sang induk, commutatum tricolor bandel dan tahan sengatan matahari. Itu bila dibandingkan aglaonema asal Thailand yang berdarah cochin. Indukan cochin mudah lemas bila terkena sinar matahari.

Edhi menambahkan, struktur jaringan tanaman yang paling berpengaruh pada paparan daya tahan sinar matahari langsung ialah jumlah stomata dan kekuatan jaringan penguat yaitu jaringan kolenkhim dan sklerenkhim. Untuk membuktikan, Trubus memotret jumlah stomata dan jaringan penguat adelia dan turunan cochin dengan kamera mikroskopis pembesaran 50 dan 300 kali.

Terlihat jumlah stomata adelia jauh lebih banyak ketimbang cochin. Pada luasan sama jumlah stomata adelia 2 kali lipat ketimbang turunan cochin. Menurut Edhi jumlah stomata berbanding lurus dengan kekuatan tanaman mendukung laju transpirasi dan respirasi yang cepat akibat sinar matahari.

Jaringan kolenkhim dan sklerenkhim adelia pun lebih tebal dibanding cochin. Jaringan penguat yang letaknya dekat kortek itu mengokohkan tangkai. Semakin tebal jaringan itu, kian kokoh aglaonema. Fakta itu kian meyakinkan Songgo untuk memperbanyak aglaonema dengan dijemur di bawah matahari langsung. (Destika Cahyana/Peliput: Rosy Nur Apriyanti dan Utami Kartika Putri)

http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=1753
Powered by Blogger.